Jumat, 16 September 2011

Produksi Freeport Bisa Terganggu


JAKARTA, MAZATIR POST - Perusahaan Freeport-McMoRan Copper Gold Inc (FCX) menilai aksi mogok kerja yang dilakukan oleh sekitar 70 persen pekerja sejak Kamis (15/9/2011) ini, dan direncanakan akan berlangsung selama satu bulan, akan berdampak pada produksi dan pengiriman komoditi tembaga dan emas. Aksi mogok dilakukan sekitar 8.000 pekerja, kecuali pekerja dari kontraktor, sebagai usaha meminta kenaikan gaji.

Aksi mogok ini tidak hanya berlangsung di Indonesia, namun juga dilakukan oleh para pekerja Freeport di Peru. "Kami kecewa bahwa serikat pekerja memutuskan untuk melakukan penghentian kerja secara ilegal," ujar Ramdani Sirait selaku juru bicara PT Freeport Indonesia, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (15/9/2011).

Menurut Ramdani, perusahaan telah bernegosiasi dengan kesungguhan dan niat yang tulus dengan perwakilan serikat untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak. Aksi serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di kedua negara ini saja.

Pekerja perusahaan tambang di Chili dan Bolivia pernah melakukan hal yang sama pada tahun ini. Dengan alasan yang sama pula, yaitu pekerja meminta tingkat kesejahteraan yang lebih baik, seiring dengan harga metal yang telah naik dua kali lipat sejak akhir 2008.

Untuk diketahui saja, harga tembaga untuk pengantaran tiga bulan naik 1,1 persen ke posisi harga 8.727 dollar AS per metrik ton di London Metal Exchange, Kamis. Akibat aksi mogok kerja yang terjadi kedua negara ini, Barclays Capital pun menaksir dapat terjadi kekurangan tembaga sebesar 670 ribu metrik ton untuk tahun ini. Sekaligus terjadi kenaikan harga metal.

Terkait dampak ini, Ramdani pun berujar, perusahan baru akan menyelesaikan perhitungan dampaknya pada , Jumat (16/9/2011) ini. (AG/MZT)

0 komentar:

Posting Komentar

Saran dan Kritik Anda...
Untuk Kemajuan Kami...