![]() |
| Pemimpin Libya, Moammar Khadafy ketika muncul di televisi pada Senin (30/5/2011) bersama Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma. |
SIRTE, MAZATIR POST - Mussa Ibrahim, juru bicara Muammar Khadafy, ditangkap Kamis (29/9/2011) di luar kota asal orang kuat Libya itu, Sirte, kata sejumlah komandan lapangan NTC kepada AFP.
"Gerilyawan Misrata menghubungi kami dan memberitahukan bahwa Mussa Ibrahim telah ditangkap," kata Mustafa bin Dardef, seorang komandan Brigade Zintan rejim baru Libya, Dewan Transisi Nasional (NTC).
Seorang komandan lain, Mohammed al-Marimi, mengatakan, "Mussa Ibrahim ditangkap ketika sedang berkendaraan di luar Sirte oleh gerilyawan dari Misrata."
Komandan itu menambahkan, ada laporan-laporan bahwa Ibrahim mengenakan pakaian wanita, namun Dia belum bisa mengkonfirmasi hal itu.
Ibrahim menjadi juru bicara rejim Khadafy sampai gerilyawan NTC menguasai Tripoli pada 23 Agustus.
Meski melarikan diri dari Tripoli bersama penguasa yang terguling itu, Ibrahim terus mengeluarkan pernyataan-pernyataan melalui televisi Arrai yang berkantor di Suriah dari sebuah tempat yang dirahasiakan.
Jumat (30/9/2011), Ibrahim menyerukan keteguhan hati untuk menangani "agen dan pengkhianat", menolak apa yang disebutnya "genosida" oleh NATO dan "agen-agen Libya", serta mengecam masyarakat dunia karena "tidak bertindak".
Bin Dardef tidak memberikan penjelasan terinci mengenai penangkapan itu dan lebih memusatkan perhatian pada pertempuran di Sirte.
"Dewan Militer Misrata dan perwakilan kami akan bertemu hari ini untuk membahas srategi mendatang untuk menguasai Sirte," kata bin Dardef kepada AFP.
Keberadaan Khaddafi hingga kini tidak diketahui secara jelas. Dari tempat persembunyiannya, dia berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang, ketika semakin banyak negara mengakui Dewan Transisi Nasional (NTC) sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.
Dewan itu kini sedang dalam proses memindahkan pemerintah mereka ke Tripoli dari markas sebelumnya di Benghazi, setelah mencapai kemenangan-kemenangan atas pasukan Khaddafi.
NTC, yang mengatur permasalahan kawasan timur yang dikuasai pemberontak, sejauh ini melobi keras untuk pengakuan diplomatik dan perolehan dana untuk mempertahankan perjuangan berbulan-bulan dengan tujuan mendongkel pemimpin Libya Moammar Khadafy.
Negara-negara besar yang dipelopori AS, Perancis dan Inggris membantu mengucilkan Khaddafi dan memutuskan pendanaan dan pemasokan senjata bagi pemerintahnya, sambil mendukung dewan pemberontak dengan tawaran-tawaran bantuan.
Kelompok pemberontak Libya kini telah memasuki Tripoli dan rezim Khadafy telah dianggap jatuh oleh banyak kalangan.
Negara-negara yang telah mengakui NTC sebagai perwakilan sah rakyat Libya antara lain China, Rusia, Mesir, Chad, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), Australia, Inggris, Perancis, Jerman, Gambia, Italia, Yordania, Malta, Qatar, Senegal, Spanyol dan AS.




0 komentar:
Posting Komentar
Saran dan Kritik Anda...
Untuk Kemajuan Kami...