Jumat, 23 September 2011

Pasar Alat Berat di Indonesia Positif

Alat berat dikerahkan untuk mengeruk pasir akibat banjir lahar dingin dari Kali Putih, yang meluap hingga Jalan Yogyakarta-Muntilan Magelang, Jawa Tengah, Minggu (5/12/2010).

JAKARTA, MAZATIR POST - Sampai dengan Agustus 2011, PT Intan Baruprana Finance (IBF) telah mengucurkan pembiayaan alat berat sebesar Rp 630 miliar. Jumlah itu 63 persen dari target tahun 2011 sebesar Rp 1 triliun.

Demikian paparan Presiden Direktur IBF, Fred L Manibog, dalam rilis yang diterima Kompas, Kamis (22/9/2011).

IBF adalah anak perusahaan PT Intraco Penta yang bergerak pada bisnis pembiayaan alat berat.
Menurut Fred, kondisi pasar alat berat di Indonesia cenderung positif. Hal ini didukung maraknya industri batu bara.

"Kami optimistis dapat meraih kinerja lebih optimal. Prospek on hand kami sampai dengan akhir tahun sekitar Rp 400 miliar," ujar Fred.

Pembiayaan IBF tidak hanya melayani merek alat berat yang diageni Intraco Penta (INTA). Saat ini, INTA menjadi agen alat berat dengan merek Volvo, Ingersoll Rand, Bobcat, SDLG, Mahindra, dan Sinotruk.
INTA tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1993. Perusahaan yang berdiri 41 tahun lalu itu memiliki aset Rp 3 triliun, dan meraih pendapatan Rp 1,356 triliun per akhir Juni 2011. (ZG/MZT)

0 komentar:

Posting Komentar

Saran dan Kritik Anda...
Untuk Kemajuan Kami...